Harling Bassukarno (lahir 6 November 1984) adalah seorang pelukis dan seniman mural berkebangsaan Indonesia dengan gaya “Surrealism Decorative” sebuah konsep lukisan dimensi yang menembus warna, yang memadukan tiga konsep gaya lukisan yaitu surealisme, dekoratif dan abstrak, dia memulai karirnya di pameran lukisan “Mengenang Bung Karno ”pada tahun 2005 di pekalongan Jawa tengah dengan para seniman yang lebih tua ketika dia masih bersekolah.

Pameran “Tiga Kota” 2006 di Pemalang, pameran  lukisan  “Harmony in Color” pada tahun 2010 di grand Indonesia  Jakarta , Partisipasi dalam melestarikan budaya batik melalui seni mural 2018 di Tangerang, Partisipasi mural di kampus STMK Trisakti Jakarta timur pada tahun 2018, pameran internasional  Oyster Art Gallery  ART FOR ART  koleksi besar 170 artis profesional dari seluruh dunia termasuk 6 benua 65 negara dan 155+ kota pada hari Khamis, 10 September 2020 di Pakistan, Partisipasi acara seni dan budaya kemanusiaan  BELLAS ARTES  melalui seniman, artis, seni pentas, seni sastera dan seni musik dari 44 negara untuk menghormati kehidupan dan kemanusiaan melalui kreativiti seni di  Ecuador  30 Oktober 2020.

Gambar dan figurasi yang telah berkumpul dengan sejarah budaya dengan warna kontemporer, membuat karyanya membentuk sebuah kritik sosial terhadap perlawanan untuk mempertahankan gagasan tentang konsep modernisasi budaya untuk menyatu dengan sisi kebudayaan modern.


Mahakarya berburu Arwana yang dibuat oleh Harling Bassukarno pada tahun 2010 saat pertama kali ia berhasil menggabungkan tiga konsep yang konsep surealis, konsep dekoratif dan konsep menjadi satu lukisan yang ia beri judul “berburu arwana” pada sebuah pameran lukisan di grand Indonesia Jakarta  .


Kehidupan

Harling lahir di daerah randudongkal, kabupaten Pemalang, provinsi Jawa Tengah pada tanggal 6 November 1984 dari seorang ibu yang bernama “Saidah” dari daerah randudongkal, Pemalang Jawa tengah dan diminta bernama “Juwahir Suharjono” dari daerah Boyolali Jawa tengah.

Sejak kecil ia mengenal seni dan budaya dunia yang diketahui oleh yang mengoleksi beberapa buku tentang seni dan budaya Jawa. Salah satu koleksi buku yang sangat berpengaruh adalah buku katalog lukisan tentang beberapa karya seniman Indonesia.

Latar belakang

• Pada tahun 2006 ia bersama rekan-rekan seniman lainnya mengerjakan proyek 100 lukisan dalam satu bulan dari Mr. Wolter, Italia.

• Pada tahun 2009 ia bekerja sebagai operator studio musik di Kedoya Jakarta barat.

• Pada tahun 2010 ia bekerja sebagai tukang finishing pada sebuah proyek bangunan.

• Pada tahun 2011 ia bekerja sebagai seniman dekorasi sebagai pekerja lepas di beberapa event organizer di Jakarta.

• Pada tahun 2012 ia bekerja sebagai staf desain di perusahaan estu glass art.

• Pada tahun 2013 ia kembali menjadi pekerja lepas sebagai seniman lepas dekorasi dalam konsep dekorasi, latar belakang dan patung menggunakan styrofoam.

• Pada tahun 2016 ia membentuk  Harling Mural Art  dengan mengambil sebagian kecil dari konsep gaya aliran lukisannya sendiri untuk diaplikasikannya kedalam media mural yang bertujuan untuk memudahkan masyarakat awam dalam lebih mengenal dunia seni modern.

Karya

Pada tahun 2005 ia meraih pameran pameran saat masih duduk di bangku kelas 2 SMA di daerah randudongkal, Pemalang Jawa tengah. Pada tahun 2007 ia mulai mengembangkan karirnya di Jakarta, hingga pada tahun 2010 ia mulai menemukan karakter idealis karyanya sendiri dalam gaya Surealisme Dekoratif.

Intervensi terpilih

• Pameran lukisan “Mengenang Bung Karno” pada tahun 2005 di pekalongan jawa tengah.

• Pameran lukisan “Tiga Kota” pada tahun 2006 didaerah randudongkal, pemalang.

• Pameran lukisan “Harmony in Color” pada tahun 2010 di jakarta.

• Partisipasi mural batik pada tahun 2018 di tangerang, banten dalam rangka melestarikan budaya batik lewat karya mural.

• Partisipasi mural di kampus STMK Trisakti (rawasari) jakarta timur pada tahun 2018 dalam rangka acara tahunan “Treak-Treakan Vol.7”

• Pameran Grup Virtual Internasional “Oyster Art Gallery” “ART FOR ART” Koleksi Besar 170 Artis Profesional dari seluruh dunia termasuk 6 Benua 65 Negara dan 155+ Kota Pada hari Kamis, 10 September 2020 di Pakistan.

 • Partisipasi “BELLAS ARTES” Pertemuan kemanusiaan melalui seni dan budaya melalui seniman visual, seni panggung, seni sastra dan seni musik dari 44 negara yang diadakan untuk menghormati kehidupan dan kemanusiaan melalui kreativitas, di Ekuador 30 Oktober 2020.

......................

harling

View all posts

Add comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *